Sabtu, 18 Oktober 2014

Life is like taekwondo

Tidak ada komentar :

Selain joget-joget dipinggir jalan, gue juga suka latihan bela diri taekwondo, gue ikut bela diri ini bukan karena gue mau jago berantem kayak bruce lee, gue ikut taekwondo karena entertainment-nya ngejual dimana-mana. Contohnya, aktor korea yang sekarang gabung main film di warner bross, namanya Na Tae Ju, kalo nggak percaya, tanya aja sama bokap gue, soalnya gue tau info itu dari bokap gue *awkward*.

Taekwondo di bagi menjadi 2 kategori, yang pertama, kategori poomsae (Gerakan-gerakan kombinasi yang indah), yang kedua, kategori kyorugi (Fighting). Gue sendiri masuk dalam kategori poomsae, kenapa ?, karena gue enggak bisa berantem. 2 Kategori ini punya hikmah yang sama jika kita mendapatkannya.

Banyak turnamen/kejuaraan taekwondo berjenjang, contohnya, kejurcab atau yang bisa dibilang kejuaraan antar cabang, di kejuaraan inilah dimulainya para atlit menunjukkan kemampuan yang dia punya, jika sudah lolos di kejurcab, memasuki kejurda atau yang biasa dibilang kejuaraan antar daerah, semua atlit yang sudah lolos di jenjang kejurcab, semua akan di ikutkan di kejuaraan antar daerah ini, jika sudah lolos di kejurda, memasuki jenjang yang terakhir, yaitu kejurnas, atlit harus punya persiapan yang matang, karen di jenjang ini, akan menentukan siapa yang akan menjadi atlit nasional, jika sudah lolos di kejurnas, kita baru akan menjadi atlit nasional.

Bukan, gue disini bukan mau sharing tentang taekwondo, tapi gue mau kasih tau, kalo taekwondo itu seperti kehidupan. Pernah suatu ketika, gue ikut kejuaraan berjenjang, dan gue udah sampe di kejurda, gue udah punya persiapan yang matang buat kejuaraan ini. Tapi setelah gue selesai, hasilnya sedikit memuaskan tapi tidak cukup untuk memuaskan diri gue, gue dapet peringkat ke-5, sedangkan syarat pertama untuk lolos di kejurda adalah peringkat 3 besar, gue gagal, gue patah semangat.
Pernah lagi gue ikut kejuaraan yang bukan berjenjang, gue udah punya persiapan yang matang buat kejuaraan ini, lagi lagi, setelah gue selesai, hasilnya kurang memuskan, gue enggak dapet peringkat sama sekali, gue patah semangat.

Setelah semua itu gue lalui, dan gue banyak belajar dari kekalahan gue, akhirnya gue pun bisa jadi apa yang gue mau, walaupun gue belom jadi atlit, seenggaknya gue mampu dapet peringkat 3 besar di setiap kejuaraan, terkecuali kejurda dan kejurnas, gue belom mampu lolos, tapi kalo gue punya usaha yang keras, gue yakin, gue bisa.

Jadi hikmah yang bisa kita ambil dari taekwondo adalah "Hidup seperti jalan yang berlika liku, jika hidup kita hanya datar, apa yang mau kita capai ?. Semangat adalah alasan dari ambisi, kalo lo punya ambisi yang kuat, lo juga harus punya semangat yang kuat, be a hands clenched"

...

Yes, I can stand up, and I can beat my failure.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to top