Sabtu, 27 Desember 2014

The Friendshit #MEmoryeah2014

6 komentar :


Udah banyak kenangan yang gue alami di tahun 2014. Suka dan duka, manis dan pahit, dan masih banyak rasa yang gue rasakan di tahun 2014. Terutama kenangan The Friendshit yang bakal gue ceritain ini. Semua berharga banget buat gue.

Gue punya temen, namanya gue samarkan jadi Susmitho, Agus, Hanoko, Doni, Supri, Dudung, Deni, dan Janet. Awalnya kita mau ikut lomba taekwondo tingkat cabang di gor rawamangun, jakarta pusat. Tapi, dari pelatih kita, yang disuruh mengurus semua lomba adalah Agus, agus ditunjuk oleh pelatih kita karena agus dipandang sedikit aneh oleh pelatih kita. Maka dari itu, agus ditunjuk untuk ngurusin lombanya.

Semua yang direncakan pelatih kita, udah sedari H-7, tapi respon agus sama tanggung jawabnya belom ada sama sekali, setiap kita latihan, agus selalu di tanyain sama pelatih kita

"Gimana urusan lombanya ?, udah kelar semua ?" Tanya pelatih kita yang agak sedikit aneh

"Belum master, anak-anaknya masih suka ngaret" Jawab agus

"Pokoknya master enggak mau ngurusin lomba kalian ya, kalian yang urus sendiri, master cuma bantu kalian saat lomba nanti" Ujar pelatih kita yang agak kesel

"Siap master" Jawab agus sedikit takut

***

Sore H-1. Semua pun sibuk dengan urusan lombanya, cuma gue yang enggak terlalu sibuk waktu itu, karena gue hanya bantu mereka yang ikut lomba, dan kondisi gue sedikit agak drop. Semua serba kepepet, ada yang udah ngurusin surat dokter, ada yang udah ngurusin formulir pendaftaran, ada yang belom sama sekali di urusin, bahkan ada yang belom diurusin sama sekali, tapi tetep ngaret.

Karena pada saat itu, kita ada janjian sama anak geng yolo untuk makan ramen di daerah cempaka putih barat, enggak jauh dari tempat kita latihan. Kita makin kepepet sama urusan makan. Kalo seandainya gue punya cheat menghilangkan semua urusan, gue bakal pake saat itu juga.

Semua udah beres, tinggal 2 temen gue yang belom beres, yaitu Janet dan supri, mereka berdua telat, karena mereka agak ngaret ngurusinnya. Semua data udah di kumpulkan ke pelatih kita untuk di tanda tangani sama pelatih kita. Karena data janet dan supri belom kelar, mereka nyusul belakangan.

Setelah ngasih data dari pelatih, kita semua mencar. 3 dari kita berpencar  ke tempat janjian, dan sisanya ke gor rawamangun. Gue, susmitho, hanoko, dan doni ke gor rawamangun pake modal nekat, modal nyawa (oke, ini lebay). Kita Ber-4 ngebut dari galur ke gor rawamangun untuk ngasih data ke pengurus lomba, karena waktu kita saat itu, lagi kepepet banget. Tapi tenang aja, semua bakalan beres, karena motor gue udah gue setting NOS.

Gue ngebut saat di jalan yang agak sempit, sebenernya enggak sempit, karena lagi ada pembenaran jalan, jalanannya jadi sempit. Waktu itu susmitho berboncengan sama hanoko, dan gue sama doni. Tiba-tiba di jalan yang sempit itu, kita agak terhambat macet, gue, doni, susmitho, dan hanoko bingung, karena biasanya dijalan itu, enggak pernah macet. Setelah di teliti, ternyata karena angkot yang lagi ngetem, susmitho pun kesal, dan teriak ke supir angkot "Woy! kalo ngetem jangan ditengah jalan, bego!"

Setelah sampe di tkp, semua pun lega, karena enggak jadi telat, sebenernya telat, tapi karena pengurusnya baik, jadi... kita di kasih toleransi walau janet dan supri yang paling telat. Kita pun langsung ngebut lagi ke tempat dimana anak-anak janjian makan ramen. Dari gor rawamangun ke cempaka putih barat, that can make us so tired.

***

"Eh, kok sepi sih tempat makannya ?" Tanya gue yang penasaran

"Iya nih, pada kemana ?" Jawab susmitho yang kebingungan

"Coba deh ke rumah putri di sebrang sana" Jawab doni

Setelah kita ber-4 udah sampe di rumah putri, tiba-tiba hati gue langsung membara seperti api yang bertiup angin panas. Semua lagi asik nongkrong, kayak enggak ada rasa inisiatif peduli sama kita yang abis ngurusin lomba. Agus, dudung, dan deni pun juga sama, bahkan si agus lagi asik makan rujak sambil bercandaan. Dan yang lebih menyakitkan kita ber-4 adalah, suara malaikat peniup sangsakala terdengar sangat jleb di hati kita.

"Yah, makanannya udah abis"

Tanpa basa-basi apapun lagi, kita pun langsung pergi. Dalam hati gue

"Ternyata, sebuah ramen rumahan seharga perjuangan teman"

***

Ini cerita aku, mana cerita kamu ? *Gaya iklan mie*

Foto-foto kenangan yang tersisa


*BTW, gue yang pake kemeja kotak-kotak merah-biru

6 komentar :

  1. Balasan
    1. Sekedar sharing kenangan di tahun 2014

      Everything has done :)

      Hapus
  2. Semoga bisa jadi pelajaran untuk selektif pilih temen, tahun ini juga rasanya kayak ditusuk dari belakang sama temen sendiri. Jadi inget kalimat keren yang bilang "Dia mungkin sahabat yang memelukmu erat, namun di balik itu semua ia hanya berniat untuk menancapkan belati itu agar terus menusuk sampai dalam". *cup cup*

    Baca juga #MEmoryeah punyaku:
    #MEmoryeah2014 Vaccines Young Ambassador 2014 dan #MEmoryeah2014 Aku dalam GADIS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya, enggak perlu selektif dalam pertemanan, yang perlu kita lakuin, tuh, nanggepin temen yang baik atau yang jahat

      Hapus
  3. gue juga jadiin 'teman' sbagai bahan untuk artikel nih :D
    tapi suasananya lebih ke nostalgia.

    check it out, bro..
    #MEmoryeah2014
    http://antsomenia.blogspot.com/2014/12/hari-dimana-aku-melihat-kalian-lagi.html

    BalasHapus

Back to top